Road to Singapore
Pisa Cafe, Minggu, 27 Nov ‘05
Udah lama juga ga ngeliat JC nyanyi. Eh, tiba-tiba ada SMS yang ngabarin, JC bakal nyanyi di Pisa Cafe. Wah, seru tuh…
Bertemu JC sebelum menyanyi, rasanya sih ga ada perubahan deh. Bayu masih tetep botak (hi…hi…hi…), Iko masih tetep ‘berisi’ (meski agak sedikit mengurus), dan Anton masih tetep cakep (he…he..he…).
Sekitar jam 9.30, mereka naik ke pentas. Mike menjelaskan, pentas kali ini adalah semacam warming up buat penampilan mereka di Singapore (yang kedua nih) tanggal 3 dan 4 Desember nanti. Mereka akan tampil di Esplanade dalam acara Pesta Raya Singapore. Sekitar 18 lagu akan mereka bawakan di sana.
Bergantian membawakan lagu Melayu, Iko, Hekko, dan Jimmy, terasa benar bahwa mereka mampu membawakan cengkok melayu dengan baik. Cindai, Selayang Pandang dan Fantasia Bulan Madu dibawakan dengan diselingi lagu-lagu lainnya.
Kesan bahwa mereka ga berubah, hilang sama sekali. Menangkap perubahan mereka ternyata tidak memerlukan mata, tetapi telinga. Hekko jauh lebih baik dalam mengolah suara drumnya. Hentakan drum dengan beat yang terjaga membuat mereka seolah-olah memang memakai drum di atas pentas. Penampilan yang prima juga ditampilkan oleh Iko yang punya suara dengan range yang luas. Nada-nada tinggi dengan mulus dapat dicapainya. Salut buat Iko deh. Apalagi Iko berhasil menirukan suara Abang Rhoma, tidak saja ketika membawakan lagu Terajana, tetapi juga ketika berkomunikasi dengan audiens.
Penampilan Jimmy juga layak mendapatkan pujian. Suara terompet yang ditirukannya memberikan nuansa yang lebih segar. Badannya yang lentur juga membuat penampilannya tidak saja enak didengar, tetapi juga enak dilihat.
Diselingi dengan video clip singles dari album pertama, JC berganti baju sampai 2 kali. (Buat persiapan di Sgp ya?
)
Selain lagu-lagu Melayu dan lagu-lagu dari album sendiri, mereka juga membawakan lagu-lagu dalam negeri, baik lagu daerah (Rasa Sayang), maupun lagu-lagu pop yang lain (salah satunya Sakura), lagu pop barat (antara lain Fragile, Emotion).
Kejutan yang benar-benar mengejutkan muncul di tengah acara. JC mengolah sebuah lagu pop mandarin Se Fou Cen Te Ai Wo menjadi lagu bertipe house music yang dibawakan dengan sangat menarik oleh Hekko. Lagu yang tadinya berirama mellow, bisa menjadi sangat dinamis. Ga nyangka deh, guys!
Keragaman aliran musik juga dihidangkan oleh JC. Pop, melayu, house music, dangdut, sampai rap juga ada. Dengan suara basnya yang khas, Bayu membuat penonton (terutama yang pere) riuh saat dia membawakan lagu-lagu (Gangstas Paradise, I Need a Girl) dengan gaya rapper. Peace man! ![]()
Kalau tulisan kali ini ga ada fotonya, harap maklum. Soalnya, tampang mereka memang ga berubah. Yang berubah adalah kualitas vokal, dan penyajian (aransemen) lagu. Mereka menjadi jauh lebih matang.
Kalau jadi kepengen nonton di Singapore, harap maklum juga. Soalnya, tadi malam saja bagus, apalagi di sana ya.
Good luck guys!
Indonesiaku Harapanku, begitu judul acara di Indosiar jam 11 siang ini. Sebuah perbincangan tentang hak anak-anak miskin untuk mendapatkan pendidikan. Menyentuh. Betapa kita diingatkan bahwa masih banyak anak-anak yang tidak punya kesempatan untuk bersekolah, meskipun sesuai dengan konvensi hak anak sedunia: semua anak berhak mendapatkan pendidikan!
Lebih menyentuh lagi, acara ini dibuka, diselingi dan diakhiri dengan lagu-lagu patriotik yang dinyanyikan oleh…Jamaica Cafe! (thanx to Bayu yang menginformasikan acara ini). Michael, Iko, Anton, dan Hekko bergantian menjadi lead vocal pada beberapa lagu yang dinyanyikan. Sorak-sorak Bergembira, Indonesia Pusaka, Tanah Airku, dan Bendera. Meski penampilan mereka waktunya sangat terbatas (ga bisa all out deh, kayaknya), lagu Tanah Airku yang diaransir jadi lagu keroncong (dinyanyiin Hekko) memberi nuansa segar dan berkesan tidak terlalu serius. (guys, imho kalian ga cocok terlalu serius!







Buat yang ga sempat datang, terpaksa hanya bisa mendengar ceritanya saja ya. Pengunjung sangat terhibur yang pasti. Bahkan, seorang fans kecil dengan setianya nonton di depan panggung dengan terpana. Kok bisa ya… om-om (hi..hi..hi…
